Seperti yang
kita ketahui discus adalah ikan liar yang hidup di alam bebas dengan suhu yang
agak panas dan Ph yang sedikit asam, serta perairan yang tidak terlalu jernih
dan tenang.
Dialam yang
liar discus dengan bebas memilih pakan yang tentunya sesuai dengan kebutuhan
discus itu sendiri, juga memilih perairan yang dia senangi, seperti disaat
discus hendak memijah atau membesarkan anak, lain halnya dengan discus yang ada
di dalam tank yang kita pelihara semuanya serba terbatas, keterbatasan itulah
yang membuat discus gampang sakit bahkan mati, hingga terkesan sulit untuk
memelihara discus. Padahal discus merupakan ikan hias yang sangat indah yang
tidak membosankan jika kita lihat sepanjang hari, hingga mendapat julukan
rajanya ikan air tawar.
Discus yang
ada di dalam tank tentunya bisa hidup seperti yang ada di alam liar jika kita
mau menyikapi karna discus yang ada di dalam tank bisa menyesuaikan diri dengan
Ph yang bukan habitatnya, karna terbatasnya tank yang perlu dijaga
kebersihannya, diskcus sangat renta terhadap jamur atau parasit yang
ditimbulkan dari sisa makanan dan kotoran discus sendiri, apalagi di saat musim
hujan tanpa kita sadari cuaca dingin itu yang mempercepat tumbuhnya jamur dan
parasit yang tidak dapat dilihat, sering kita temui di dalam tank yang terlihat
jernih tapi ikan sakit bahkan mati akibat diserang parasit atau jamur ditambah
lagi kekebalan ikan yang sangat minim. Minimnya kekebalan discus diakibatkan
dari pakan yang kita beri serba terbatas, hingga terkesan discus gampang sakit.
Jika kita kembalikan ke alam liar jarang terlihat discus yang sakit, karna
discus dialam liar sudah mempersiapkan kekebalannya sejak masih dalam kandungan
atau telur dengan memakan makanan yang banyak mengandung protein, serat,
vitamin, dan lain sebagainya tidak dari satu jenis makanan saja, oleh karna
itulah discus yang ada di alam liar tahan terhadap penyakit.
Discus yang
ada dialam liar jelas tidak sama dengan yang ada di dalam tank, hanya
sifat-sifat tertentu yang masih melekat hingga saat ini, seperti merawat
anak,dan mencari pasangannya sendiri ke dua sifat tersebut erat kaitannya
dengan pakan. Sering kita jumpai discus yang sudah cukup umur masih juga belum
mencari pasangan, ini dikarnakan kurangnya penumpukan hormon yang menghambat
pembentukan sel telur atau sperma yang
di akibatkan pakan yang serba terbatas, kalaupun terjadi discus yang kekurangan
hormon bertelur ini akan mengakibatkan telur yang dikeluarkan mudah terserang
jamur atau parasit karna cangkang telur tidak kuat sehingga dengan mudah
ditembus jamur atau parasit, dan biasanya jika ini terjadi indukan discus akan
membersikan telurnya dengan cara memakan jamur atau parasit tersebut alhasil
telur juga ikut termakan dan asumsi kebanyakan orang discus memakan telurnya. Jika
saja telur yang seperti ini menetas,bayi-bayi ini sangat renta terhadap
penyakit karna kuranganya kekebalan tubuh di tambah lagi asupan gizi yang di
dapat dari lendir induk juga tidak mencukupi dan akan sulit merawat ikan seperti
ini, dan yang jelas kwalitas ikan ini tidak akan baik. Jadi seperti apa
kwalitas pakan yang baik?.......
Kwalitas
pakan yang baik mampu merehabilitasi semua jaringan atau sel-sel yang ada pada
tubuh ikan itu, protein yang didapat dari pakan asli ikan itu seperti
cacing,jenis udang-udangan (kutu air,udang air tawar),jentik nyamuk,dll. Vitamin
A,D,E dan serat yang juga merupakan pro vitamin. Protein yang didapat dari
berbagai jenis akan mampu memberikan nilai gizi yang cukup yang akan mampu
menggantikan sel-sel yang rusak,mempertahankan stamina dan penumpukan hormon
yang akan membuat warna ikan semakin cerah. Vitamin A,D,E disamping untuk
menjaga stamina juga untuk memperbaiki sel-sel mata yang rusak, pembentukan
tulang dan sisik, karna sisik yang kuat akan sulit untuk ditembus
jamur atau
parasit, serta mengganti sel kulit yang rusak dan mencerahkan warna. Serat yang
didapat dari sayuran dan sejenisnya juga akan membantu memperbaiki pencernaan,
karna pencernaan yang sehat akan lebih mudah menyerap sari makanan.
Dari semua
jenis pakan dan vitamin serta serat bisa di olah jadi satu pakan discus
berkwalitas yang akan mencukupi semua kebutuhan discus hanya dalam satu pakan
dan pastinya dengan takaran yang pas, karna jika berlebihan juga tidak baik
apalagi kurang, sengaja pakan ini diriset dengan waktu yang cukup panjang,
dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan para pencinta discus. Selamat mencoba
dan buktikan hasilnyaCara buat pakan ikan
Dari semua bahan yang mengandung protein seperti (cacing
darah,cacing sutra,kutu air,udang, jentik nyamuk,dll. ) campur jadi satu kecuali udang harus di haluskan jika kesemuanya tidak tersedia ambil 2 item
yang mudah di dapat. Tambahkan wortel dan daun banyam tentunya yang sudah di
kukus, campur dan aduk hingga benar-benar rata. Selanjutnya siram dengan
agar-agar yang baru diangkat artinya masih dalam keadaan panas dan aduk terus
hingga rata. Pada saat akan dingin dan belum mengental masukkan vitamin anak,telur
ayam dengan putihnya yang sudah diaduk sebelumnya dan aduk terus hingga benar-benar rata,setelah diyakini rata diamkan
hingga mengental dan masukkan kelemari pendingin (frezer).
Pakan yang
kandungan gizinya rusak ditandai dengan warna yang hitam dan bau yang tidak
sedap. Catatan: jaga kebersihannya disaat pembuatan agar pakan ini tidak
terkontaminasi dengan bakteri yang merugikan.
Untuk takarannya:
1lempang Blood warm sama banyaknya dengan sumber protein yang lain
1telur ayam ukuran besar,1wortel ukuran jempol tangan,dan beberapa daun banyam,1sendok
teh vitamin anak,bisa juga ditambahkan
TB 1sendok makan. Selamat mencoba dan buktikan hasilnya.Selamat mencoba.

